Blog • Tips Bisnis • • Tim GoDev

QRIS MDR 0% Mulai Oktober 2026: Syarat & Cara Daftarnya Buat Warung dan Toko

Mulai 1 Oktober 2026, transaksi QRIS sampai Rp100.000 bebas biaya admin (MDR 0%) — usaha mikro tetap bebas sampai Rp500.000. Ini penjelasan simpel aturannya, siapa yang diuntungkan, dan cara daftar QRIS buat warung/toko.

QRIS MDR 0% Mulai Oktober 2026: Syarat & Cara Daftarnya Buat Warung dan Toko

QRIS MDR 0% Mulai Oktober 2026: Syarat & Cara Daftarnya Buat Warung dan Toko

Kabar baik buat pemilik warung dan toko: mulai 1 Oktober 2026, transaksi QRIS sampai Rp100.000 bebas biaya admin alias MDR 0% — uang yang dibayar pelanggan masuk utuh ke kamu. Khusus usaha mikro, pembebasannya bahkan lebih besar: tetap bebas MDR sampai Rp500.000 per transaksi. Kalau selama ini kamu ragu terima QRIS karena “kepotong admin”, alasan itu sudah jauh berkurang.

Mungkin kamu dengar kabar “QRIS gratis” ini dari grup WA atau tetangga sebelah toko. Betul, tapi tidak sesederhana “semua gratis selamanya” — ada batasnya. Artikel ini menjelaskan aturannya dengan bahasa warung, siapa yang paling diuntungkan, dan langkah daftar QRIS kalau tokomu belum punya.

MDR Itu Apa Sih?

MDR (Merchant Discount Rate) itu potongan kecil yang diambil dari setiap transaksi QRIS — ibarat “ongkos” pakai jasa pembayaran digital. Selama ini, tiap ada pelanggan bayar pakai QRIS, uang yang masuk ke penjual sedikit lebih kecil dari harga barangnya. Potongannya memang kecil per transaksi, tapi kalau dikali ratusan transaksi sebulan, lumayan terasa. Nah, mulai Oktober 2026, untuk transaksi kecil potongan itu dihapus.

Aturan Barunya Seperti Apa?

Simpelnya begini:

  • Usaha mikro (warung kelontong, angkringan, gerobak, laundry rumahan, dan sejenisnya): transaksi QRIS sampai Rp500.000 bebas MDR. Ini kelanjutan kebijakan yang sudah berjalan — tidak berubah, tetap gratis.
  • Usaha kecil dan menengah: transaksi QRIS sampai Rp100.000 bebas MDR (0%) mulai 1 Oktober 2026. Ini yang baru.
  • Di atas batas itu, berlaku tarif MDR normal sesuai kategori usahamu. Tanyakan ke penyedia QRIS-mu berapa tepatnya, karena tiap kategori bisa beda.

Intinya: mayoritas transaksi harian warung dan toko — yang nominalnya belasan sampai puluhan ribu — sekarang masuk utuh 100%. Tidak ada lagi cerita “harga Rp20.000, yang masuk Rp19.800 sekian”.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Jelas: usaha yang transaksinya kecil-kecil tapi sering. Contohnya:

  • Warung kelontong & sembako — belanja harian pelanggan rata-rata Rp15.000–Rp50.000, semuanya di bawah batas bebas MDR.
  • Angkringan, warkop, warteg — satu porsi Rp8.000–Rp25.000, pelanggan bayar QRIS tinggal scan.
  • Laundry, barbershop, bengkel kecil — tarif jasa Rp20.000–Rp80.000, pas masuk zona gratis.
  • Pedagang pasar & kaki lima — yang selama ini ogah terima non-tunai karena takut kepotong.

Bonus yang sering dilupakan: terima QRIS itu juga bikin pelanggan yang tidak bawa cash tetap jadi beli. Berapa kali kamu lihat calon pembeli batal karena “aduh, nggak bawa uang cash, adanya di e-wallet”? Satu QRIS menampung semua: GoPay, OVO, DANA, m-banking — pelanggan pakai aplikasi apa pun bisa bayar.

Cara Daftar QRIS Buat Warung/Toko

Belum punya QRIS? Daftarnya tidak seseram yang dibayangkan, dan bisa dari HP:

  1. Pilih penyedia. Bisa lewat bank tempat kamu buka rekening, atau lewat aplikasi e-wallet/aggregator pembayaran yang menyediakan pendaftaran merchant QRIS. Pilih yang kamu sudah nyaman pakai.
  2. Siapkan dokumen. Umumnya cuma butuh KTP, foto tempat usaha (toko/warungmu), dan nomor HP aktif. Untuk usaha mikro syaratnya paling ringan.
  3. Isi formulir pendaftaran. Bisa datang ke cabang bank, lewat aplikasi, atau lewat agen/warung yang jadi mitra pendaftaran. Pastikan kategori usahamu terdaftar sebagai usaha mikro kalau memang mikro — ini yang menentukan batas bebas MDR-mu.
  4. Tunggu verifikasi. Biasanya butuh beberapa hari kerja. Kamu akan dihubungi kalau ada dokumen yang kurang.
  5. Terima QRIS-mu, tempel di kasir. Kamu dapat stiker QR atau QR digital. Tempel di tempat yang gampang dilihat pelanggan, lalu tes dulu dengan transaksi kecil sebelum dipakai jualan beneran.

Satu QRIS berlaku untuk semua aplikasi pembayaran — jadi tidak perlu daftar berkali-kali.

Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan

Pertama, pisahkan QRIS usaha dan pribadi. Ini penting. Kalau QRIS tokomu nyampur dengan QRIS pribadi, uang jualan dan uang belanja nyampur — persis masalah klasik yang pernah kami bahas: uang usaha dan uang pribadi harus dipisah biar laporan keuanganmu bisa dibaca. Bikin QRIS khusus usaha, dan kalau bisa rekening penerima yang terpisah juga.

Kedua, waspada QRIS palsu. Modus yang lagi marak: stiker QRIS asli ditimpa stiker QRIS milik penipu. Biasakan cek berkala: scan QRIS yang tertempel di tokomu, pastikan nama merchant yang muncul memang nama usahamu. Tempel di tempat yang terpantau, jangan di pojok yang sepi.

Ketiga, catat transaksinya. Uang masuk utuh itu enak, tapi tetap harus dicatat — berapa pemasukan hari ini, dari QRIS berapa, tunai berapa. Kalau masih catat manual di buku, pertimbangkan rekap otomatis: GoDev bisa bikin sistem yang tiap malam mengirim rekap penjualan harian ke WhatsApp-mu, jadi kamu tahu persis uang masuk tanpa ngitung satu per satu.

Bonus: QRIS Bikin Usahamu “Kelihatan” Bank

Ada efek samping yang jarang dibahas: setiap transaksi QRIS tercatat otomatis dan membentuk jejak digital usahamu. Menurut Bank Indonesia, riwayat transaksi digital seperti ini bisa jadi pertimbangan saat kamu mengajukan pembiayaan seperti KUR — karena bank bisa melihat usahamu memang jalan dan punya omzet. Jadi terima QRIS bukan cuma soal gratis biaya admin hari ini, tapi juga soal membuka pintu modal di kemudian hari.

Ringkasan

Mulai 1 Oktober 2026, transaksi QRIS sampai Rp100.000 bebas MDR untuk semua kategori usaha, dan usaha mikro tetap bebas sampai Rp500.000. Buat warung dan toko yang transaksinya kecil-kecil tapi sering, ini artinya uang masuk utuh — tidak ada lagi potongan admin. Daftarnya gampang, syaratnya ringan, dan satu QRIS bisa terima semua e-wallet. Yang penting: daftarkan kategori usahamu dengan benar, pisahkan QRIS usaha dari pribadi, dan waspada stiker QRIS palsu.

FAQ singkat:

Apakah QRIS-nya benar-benar gratis, tidak ada biaya sama sekali? Yang gratis adalah MDR (potongan per transaksi) dalam batas nominal di atas. Pendaftaran QRIS umumnya gratis, tapi pastikan tanyakan ke penyediamu apakah ada biaya lain seperti biaya pencetakan stiker atau biaya bulanan.

Saya usaha mikro, batasnya Rp500.000 atau Rp100.000? Rp500.000 — ketentuan lama untuk usaha mikro tetap berlaku dan tidak berubah. Batas Rp100.000 yang baru itu untuk kategori usaha kecil dan menengah.

Pelanggan saya kebanyakan bayar tunai, perlu repot-repot daftar? Perlu, justru karena gratis sekarang. Selain uang masuk utuh, kamu menangkap pelanggan yang tidak bawa cash dan membangun riwayat transaksi digital yang berguna saat butuh modal. Tidak ada ruginya punya satu stiker QR di kasir.

Mau Diskusi Sistem Otomasi untuk Usaha Anda?

Konsultasi pertama gratis. Kami bantu analisis mana yang paling urgent untuk usaha Anda.

Konsultasi Gratis via WhatsApp
Chat Kami